Minggu, 23 Agustus 2009

Siapa yang dapat Mencegahmu Mendapatkan Hidayah?

Siapa yang dapat Mencegahmu Mendapatkan Hidayah?

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
(QS. Al Maa-idah.16)

Kita sering tidak tahu, di belahan bumi yang mana hidayah ALLAH akan menyapa. Kita tak akan mampu menebak dengan cara apa cahaya petunjuk itu datang. Namun, yang pasti tugas hamba adalah terus berusaha meretas jalan menuju ROBB. Tiada lelah memperjuangkan selembar iman dengan segala daya. Sebab, hidayah mahal harganya dan sangat indah rasanya.

DISAPA DENGAN INDAH
Siang yang terik, anak muda itu hendak pergi les agama Budha. Tempatnya belajar privat harus melalui perkampungan India. Ketika lewat disebuah mesjid, langkahnya tertegun. Tiba-tiba terdengar suara yang teramat merdu mengalun, mendayu dan menyentuh jiwa. Ia sejenak menghentikan langkah, duduk menyimak sampai selesai. Tidak lama berselang, nampak banyak orang berbondong-bondong menuju mesjid. "Hebat sekali seruan indah itu, bisa membuat orang berkumpul," pikirnya takjub.

Keesokan harinya, ia sengaja datang lagi. Kali ini masih berseragam baju putih dan celana abu-abu. Sambil menikmati makanan dan minuman ringan, ia menyimak lantunan suara indah. Begitu sampai hari-hari berikutnya. Dia semakin sering bolos les demi mendengar adzan. Tiga bulan menjelang tamat SMA, ia menginap dirumah teman yang berdampingan dengan masjid Ganting. Pada masjid tertua dikota Padang itu tengah berlangsung pengajian agama. "Menarik sekali," anak muda itu membatin.

Penceramah menguraikan tentang akhlak mulia selaku muslim. Penjelasan mengenai kesucian diri, wudhu, sholat serta larangan bergunjing. Malam itu, acara bertamu berubah menjadi kegiatan mendengarkan wirid agama.

Nama aslinya Chia Ho Gie, lahir pada 25 Desember 1960 di Padang. Keturunan Cina yang lama menetap di Ranah Minang ini besar ditengah keluarga penganut agama Budha yang taat. Orang tuanya tergolong berkecukupan yang sehari-hari membuka toko untuk menjual kebutuhan harian.

Pengalaman rohani yang menyejukkan telah membuka mata batinnya lebar-lebar. Suara adzan merupakan panggilan suci ILAHI menuju hidayahNYA. Dihadapan keluarga, setamat SMA niat tulus memeluk Islam lahir batin diutarakannya terus terang.

Keluarga langsung berang. Terutama kakak-kakaknya yang mulai benci dan gencar mengintimidasi. Ketegangan muncul dalam situasi yang kian memanas.Bahkan kakeknya berkata sinis, "Ngapain lu masuk Islam, mau sholat? Orang Islam saja tak mengerjakannya?"

Tapi bapaknya punya sikap yang lebih terbuka. "Pikir lagi masak-masak! Kewajiban sholat lima kali sehari itu berat sekali. Percuma Islam kalau tidak sholat."

Namun hati Chia Ho Gie kadung terpesonah dengan rislah tauhid. Dia siap menjalani kehidupan baru sebagai muslim yang baik.

Demi mencegah munculnya hal yang tak diinginkan dalam keluarga, bapaknya memberi solusi. "Pindah agama itu hak lu, tapi jangan di Padang, pergilah ke Jawa! Tapi, kalau jadi memeluk Islam, tolong jangan hina agama lain!"

Perpisahan itu memang harus terjadi. Keyakinan yang membuatnya tegar menempuh jalan baru; jalan cinta menuju cahaya.

SELAMAT DATANG DI GERBANG HIDAYAH
Tamat SMA tahun 1981, dia langsung merantau ke Jakarta. Bapaknya memberi modal awal sebesar Rp 300 ribu. Dana itu habis untuk biaya hidup sehari-hari, tapi niat hendak memeluk Islam belum juga kesampaian. Rencana semula hendak menghadap Buya Hamka untuk bersyahadat. Sayang ulama terkenal itu sedang sakitkeras. Masuk Islamnya menjadi tertunda-tunda hingga Hamka meninggal dunia.

Untuk sementara waktu dia menjadi pengelana di ibukota. Pergaulan bebas dan berat menggempur jiwa mudanya. Hanya tekad bulat yang membuat dirinya kuat menahan godaan maksiat. Seperti ganja yang merajalela ditolaknya dengan baik, juga perbuatan yang merusak lainnya. Demi menyambung selembar kehidupan, lebih dipilihnya sebagai pengamen.

Chia Ho Gie sudah mencoba agama-agama lain. Tapi dia tidak suka, karena tidak masuk akal dan tidak menyentuh jiwa. Setahun luntang-lantung di Jakarta tekadnya tidak pernah pudar untuk menemukan hidayah sejatinya.

Hingga perjalanan nasib mengantar sang pencari hidayah ini ke Tanjung Priok. Pergaulan semakin intens bersama komunitas Islam pun terjadi. Akhirnya, atas Kuasa ALLAH, dia mengikrarkan syahadat di masjid Jami' al Fudulah, tahun 1982. Sejak itu, Chia Ho Gie resmi memakai nama baru: "Ade Sulaiman"

Belum lama menikmati masa bahagia, pilihan keyakinannya tersandung ujian. Malam itu terddngar rentetan tembakan, kerusuhan Tanjung Priok berdarah meledak. Ade lari menyelamatkan diri, tapi tersangkut di kawat berduri. Tubuhnya robek dan harus di jahit. Tiga bulan sesudahnya, Ade tidak berani keluar rumah. Dia takut bertemu aparat, ngeri melihat banyaknya korban berjatuhan. Kegamangan mulai melanda jiwanya. Dia pun menjadi heran, kenapa umat Islam diperlakukan demikian?

Syukurlah Ade belajar Islam dengan Habib bin Ali al-Jufri. Ulama itu membesarkan hatinya, menumbuhkan ghirah yang kuat dan memberi motivasi dalam hidupnya. Kegamangan yang sempat membesit dipupus habis. Bukankah kebenaran tidak akan sepi dari cobaan?!

Setelah resmi memeluk Islam, dia paling suka menjadi muadzin. Kemanapun melanglang buana, ia selalu bermukim di rumah ALLAH. Jamaah masjid akan senang hati mempersilahkannya melantunkan panggilan sholat. "Sebaik-baiknya jadi ustadz, lebih mulia jadi muadzin yang memanggil orang sholat. Suara kamu bagus!" kata Habib.

Lama bermukim di Jakarta memberinya kesempatan menikmati banyak siraman rohani. Kemana saja Zainuddin MZ ceramah, dia selalu ikut mendengarkan, juga ustadz-ustadz kondang lainnya.

BAHAGIA TAK HARUS DI ISTANA
Negeri rantau pula yang mengantar Ade pada sekuntum cinta. Adalah seorang sahabat memperkenalkan adiknya. Gadis belia yang sedang mabuk asmara dengan pacar baru. Sungguh kakaknya khawatir dengan pola hubungan tidak sehat tersebut. Dan, temanya itu memperkenalkan Ade yang diketahui akhlaknya lebih baik dan bertanggung jawab. Namanya orang mabuk asmara, mana sudi menerima yang lain. Mardianis, si gadis jelita, bersama sang pacar melecehkan Ade, bahkan meludahinya. Betapa kagetnya Ade melihat perangai buruk itu. Cinta buta telah membuat seorang gadis baik-baik berubah jahat.

"Aku ikhlas dipermalukan di depan umum. Anehnya, hatiku menjadi yakin dialah istriku dan batinnya terus berdo'a. Aku tidak dendam atau benci. Umurnya sangat belia, baru sembilan belas tahun, wajar bila emosional. Lagi pula itu juga dipengaruhi pergaulan," tuturnya.

Ade terus mendekati dan menasehati, "Menikahlah dengan Abang! Sebab Abang yakin mampu mendidik Adik baik kembali." Selalu penolakan demi penolakan diterimanya dengan lapang dada. "Pikirkanlah lagi baik-baik! Pernikahan adalah ibadah yang mengantarkan kita ke surga ALLAH." "Abang jangan coba-coba pakai dukun?" ancamnya. "Tidak, ALLAH yang akan pertemukan kita."

Sekeras-keras karang akan hancur kena deburan ombak, sekeras-keras hati wanita luluh juga dengan kelembutan dan kesabaran. Mata batin Mardianis perlahan-lahan terbuka, permainan cinta yang tak sehat bersama pacar musnah ditengah jalan. Dia melihat keikhlasan dari pria yang sungguh-sungguh.

Mereka akhirnya melangkah ke pelaminan dengan mengusung motto `menikah sebagai ladang pahala yang mengantar ke surga`. "Setelah menikah, ternyata dia menjadi istri yang baik. Bahkan pengertian dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Nampaknya pernikahan mampu membina kepribadian seseorang," ungkap Ade bahagia.

Mardianis memberikan dua anak yang manis; Irma Irmiati dan Latifah Hamdan Jamil. Berhubung kondisi ekonomi masih morat-marit, buat sementara, anak istrinya dititipkan bersama mertua di kampung. Sementara Ade mencari penghidupan di kota.

Hidup dalam kesederhanaan tetap membuka peluang pahala. Mereka juga memelihara anak yatim piatu, Wirman Abdullah. Bocah cilik yang didapatnya sedang bersih-bersih WC umum. Tapi dia rajin sholat dan berprilaku baik. Ade jatuh hati kepada anak yang sebatang kara itu. Kemudian Wirman lantas diasuh dan disekolahkan dan sekarang sudah kelas 2 MTsN. Kehidupan bersahaja dijalaninya sehari-hari. Usai shubuh, Ade berangkat ke pasar menjadi kuli angkat sayur mayur. Hasilnya cukup untuk mendapatkan sarapan pagi. Siang hari, ia berkeliling menjajakan dagangan minuman dan obat dari pintu ke pintu sambil menebar senyuman dan kasih sayang Islam. Kemanapun berkelana, Ade tetap sholat berjamaah sekaligus bermukim di Rumah ALLAH.

IKHLAS TIADA BERTEPI
Dalam rangka usaha memperbaiki ekonomi, Ade sempat bekerja di Kajang, Malaysia. Di negeri sebrang itu dia berjualan sayur dan lumayan laris dengan hasil memuaskan. Sayang, karena sulit melakukan sholat, kecuali Shubuh dan Isya, ia memilih berhenti saja. Saudaranya yang pebisnis di Singapura menjanjikan modal besar. Syaratnya sederhana, asal tanggalkan peci, ganti agama. Jelas saja Ade menolak keras. Lebih baik hidup sederhana penuh syukur dan damai, daripada bergelimang kemewahan tapi gelisah. Ade pernah diusir oleh kakak-kakaknya.Dia memang pergi tapi untuk kembali.

...tidak benci dilecehkan. Mereka menolak hanya karena belum mendapatkan hidayah. Prinsipnya tebarkanlah kasih sayang sesuai dengan ajaran Islam. Sebenarnya Ade punya saudara kembar. Biasanya anak kembar punya kejiwaan yang erat, tapi dia juga tak kunjung mendapatkan hidayah ILAHI. Ade masih ingin membawa suluh terang kepada saudara-saudaranya itu.

Maka pulanglah ia ke Padang, memboyong keyakinan yang makin kokoh ditempa perjuangan. Sampai di Ranah Minang, Ade memperbaharui surat bukti diri sebagai mualaf. Ia segera mendatangi pengurus masjid besar. Eh. . . malah dimintai uang. Ade langsung nelangsa. Jangankan uang pembayar surat tanda mualaf, makan saja dia jungkir balik. Ade tidak punya pilihan kecuali balik kanan. Kemudian dia pergi ke Departemen Agama, dan mendapatkan surat keterangan secara cuma-cuma. Alhamdulillah.

Belakangan dia bertemu lagi dengan petugas yang meminta uang pembayaran. Bapak pengurus itu minta maaf atas prilaku teledornya. "Saya sudah memaafkan sejak awal," ujar Ade lapang. Hingga sekarang, Ade masih mengembara menjelajahi bumi ALLAH. Tidak pernah khawatir akan kelaparan, tidak takut terlantar atau terlunta-lunta. Baginya, semua umat Islam adalah saudara tempat berbagi dan saling tolong. Kemanapun pergi, dia menetap di rumah ALLAH; begitu damai dan menyejukkan. Tiada yang merisaukan hatinya untuk mengarungi hidup didunia. Kalau pun ada masalah, tinggal mengadu hingga menangis di hadirat ALLAH. Karena itulah, Ade paling senang sholat Tahajud dan Dhuha.

"Sesusah apa pun kehidupan, lari saja ke mesjid, pasti beres!" ujarnya yakin. Dan kakinya terus melangkah.

Luasnya Neraka

Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.

Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH……AMIN…..


.: Luasnya Neraka :.

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,

maka ditanya oleh nabi s.a.w.: ”Mengapa aku melihat kau berubah muka?”

Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa
aman dari padanya.”

Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat
Jahannam.”

Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah
bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”

Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?”

Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di
bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”
Jawab Jibrail:
“Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,

Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.”

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: ”Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?”

Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan

sesudah sadar nabi saw bersabda: “Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”

Jawabnya: “Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang
selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab “Peringatan Bagi Yg Lalai”)

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat

2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah

3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung

4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah

5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik

6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak

7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum

8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor
ular

9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta
mengandungi lautan racun yang hitam pekat.

10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 rantai

11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua…..Wallahua’lam.

Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

Dari Abdullah bin ‘Amr R.A,

Rasulullah S.A.W bersabda:” Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..
SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI QIAMAT KELAK!!!

Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM,TIDAK DUDUK dan TIDAKBERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : “Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?”

Maka jawabnya Rasulullah saw “Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU’.” Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan.

Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu “itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN” mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian” Siratul Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka
itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:
” Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah-buahan SYURGA. ”

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :
“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.”

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.

Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ” Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.” Surah Al-Baqarah : 237

Untuk renungan dan amalan bersama ..

DOA IKAN NUN
============
“LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN”
LIMA MACAM DOSA
yang tidak ada tebusannya itu SYIRIK terhadap Allah s.w.t., MEMBUNUH orang tanpa hak, membuat TUDUHAN PALSU terhadap seorang Muslim, LARI DARI BARISAN Muslimin dalam PEPERANGAN dan SUMPAH PALSU untuk MENGAMBIL HAK ORANG LAIN” (Riwayat Ahmad)

DOSA - DOSA BESAR YANG KITA LAKUKAN
Dosa yang paling besar ialah SYIRIK, DERHAKA kepada ibu bapa dan MEMBUNUH orang tanpa hak” (Riwayat Anas r.a.)

SHALAT LIMA WAKTU
Ada riwayat : Nabi SAW bersabda bahwa SHALAT itu adalah perkara pertama yang akan dihisab semasa di Akhirat kelak!!! Jika BAIK maka baiklah segala amalan!!! Jika BURUK maka buruklah segala amalan!!!
JAGALAH SHALAT ITU IBARAT
NYAWA KAMU SENDIRI!!!

Semoga ini menjadi PERINGATAN dan KEINSAFAN bagi kita semua…..Wallahu’alam Bissawab Wassalam!!!